“Demikian pula, Rāhula, jika seseorang tidak
malu mengucapkan kebohongan yang disengaja, maka tidak ada kejahatan, Aku
katakan, yang tidak akan ia lakukan. Oleh karena itu, Rāhula, engkau harus
berlatih sebagai berikut: ‘Aku tidak akan mengucapkan kebohongan bahkan
sebagai suatu gurauan.’” [SANG BUDDHA]
Ada kemungkinan selama ini ada
diantara para pembaca yang bertanya-tanya, bahwa seseorang pekerja kantoran swasta
maupun pekerja informal dengan upah sebatas “upah minimum” telah ternyata mampu
untuk bertahan hidup dan menjalani hidup dengan bahagia sekalipun “minimalis”
ataupun “simple life” (bersahaja). Menjadi pertanyaan, kalangan pegawai
negeri sipil yang tingkat penghasilannya di atas rata pekerja swasta, terlebih
seorang pejabat pemerintahan dengan tingkat gaji resminya jauh diatas rata-rata
penghasilan warganya, mengapa masih juga melakukan korupsi? Bila tiada orangtua
maupun guru yang mengajarkan Anda cara “hidup sederhana”, maka Anda tidak akan
mengenal kata “bahagia dalam hidup berkecukupan”, akan tetapi selalu merasa “tidak
pernah cukup”, sekalipun itu sekaliber pejabat di pemerintahan maupun pejabat
di badan usaha milik negara yang tingkat gajinya sudah tergolong sangat tinggi.