Kebenaran Tidak ada Relevansinya dengan Suara Mayoritas. Kebenaran dapat Digali dari Pandangan yang Melawan Arus Mainstream

Vox Populi Vox Dei, Suara Mayoritas adalah Kebenaran? Demokrasi Bukanlah Tanpa Cacat-Falsafah

Kebenaran-Semu Dibalik Suara Mayoritas, akan Melahirkan Tirani Mayoritas—namun Tidak akan Terjadi Sebaliknya, Kebenaran-Sejati Tidak Akan Menjelma Tirani Sekalipun Mayoritas

Question : Apakah yang namanya “suara mayoritas”, tidak mungkin salah, alias selalu diasumsikan sebagai “sudah benar” adanya?

Ketika Seseorang Gagal Menjinakkan Dirinya Sendiri, maka Orang Lain atau Bahkan Pengadilan yang Akan Menjinakkannya

Aku Telah Berhenti Melakukan Kejahatan, untuk Selamanya. Kamu Kapan?

Aku Telah Menjinakkan Diri. Kamu Kapan?

Pernahkah Anda mengamati, betapa manusia bisa sangat “egois terhadap dirinya sendiri”, karenanya mereka tidak jarang dapat bersikap “egois terhadap orang lain”? Kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri, seperti mengonsumsi zat-zat perusak kesehatan, gaya hidup beresiko dan tidak sehat, hingga aktivitas yang membahayakan dirinya sendiri, merupakan ilustrasi sederhana betapa seseorang bisa sangat “egois terhadap dirinya sendiri”. Bila seseorang bisa sangat “egois terhadap dirinya sendiri”, maka tidaklah mengejutkan betapa mereka bisa sangat “egois terhadap orang maupun makhluk hidup lainnya”.

Penggugat Meninggal Dunia saat Proses Gugatan Sedang / Masih Berlangsung, Gugatan Tidak Gugur Demi Hukum, dapat Dilanjutkan oleh Ahli-Waris

Ambigunya “Nasib Gugatan” bila Pihak Tergugat Mendadak “Meninggal Dunia” saat Gugatan Penggugat Belum Diputus oleh Hakim Pengadilan Negeri

Question : Bila saat persidangan perkara gugatan perdata masih sedang berlangsung dan belum selesai hingga putusan hakim, namun pihak penggugat secara mendadak tanpa terduga, meninggal dunia. Apakah gugatan dengan demikian menjadi gugur, ahli waris yang bisa mengajukan gugatan-ulang, ataukah ahli waris almarhum pihak penggugat bisa melanjutkan gugatan almarhum penggugat?

Kebohongan ialah Akar dari Sikap Korup, termasuk Aksi Korupsi

Demikian pula, Rāhula, jika seseorang tidak malu mengucapkan kebohongan yang disengaja, maka tidak ada kejahatan, Aku katakan, yang tidak akan ia lakukan. Oleh karena itu, Rāhula, engkau harus berlatih sebagai berikut: ‘Aku tidak akan mengucapkan kebohongan bahkan sebagai suatu gurauan.’” [SANG BUDDHA]

Ada kemungkinan selama ini ada diantara para pembaca yang bertanya-tanya, bahwa seseorang pekerja kantoran swasta maupun pekerja informal dengan upah sebatas “upah minimum” telah ternyata mampu untuk bertahan hidup dan menjalani hidup dengan bahagia sekalipun “minimalis” ataupun “simple life” (bersahaja). Menjadi pertanyaan, kalangan pegawai negeri sipil yang tingkat penghasilannya di atas rata pekerja swasta, terlebih seorang pejabat pemerintahan dengan tingkat gaji resminya jauh diatas rata-rata penghasilan warganya, mengapa masih juga melakukan korupsi? Bila tiada orangtua maupun guru yang mengajarkan Anda cara “hidup sederhana”, maka Anda tidak akan mengenal kata “bahagia dalam hidup berkecukupan”, akan tetapi selalu merasa “tidak pernah cukup”, sekalipun itu sekaliber pejabat di pemerintahan maupun pejabat di badan usaha milik negara yang tingkat gajinya sudah tergolong sangat tinggi.

Konsultan Hukum HERY SHIETRA & PARTNERS