Mengapa Aktivis maupun Akademisi Bisa Menjelma menjadi Koruptor yang Melakukan Korupsi?

Ketika Seseorang Tidak Terlatih dalam Menjaga Pikirannya dari Noda-Noda yang Mengeruhkan Pikiran, Tidak Menjaganya agar Tidak Tumbuh-Liar, dan Tidak Terampil dalam Mengawasi Pikirannya Sendiri, maka “Māra si Jahat” akan Berkuasa Atas Dirinya

Manusia Dewasa Bisa Lebih Dungu daripada seorang Bayi yang Lembut yang Berbaring Telungkup

Sudah sejak lama, alias bukanlah sebentuk fenomena sosial baru, kalangan akademisi ketika diberi kedudukan, jabatan, dan kekuasaan, dari semula idealis, menjelma korup. Begitupula kalangan aktivis, semula idealis dan tampak (seakan) “siap mati membela rakyat-jelata” dari penguasa yang zolim, akan tetapi ketika menjelma elit-politik dengan masuk ke dalam lingkaran kekuasaan di pemerintahan yang dahulu mereka kritik dan demo, idealisme mereka luntur menjelma kaum pragmatis sebelum kemudian berakhir tragis : ditangkap aparatur penegak hukum karena kasus korupsi.

Konsultan Hukum HERY SHIETRA & PARTNERS