Dogma “Terjamin Masuk Surga”, Mengakibatkan Tumpulnya Kemampuan Pengendalian-Diri maupun Introspeksi-Diri—Ibarat Pedal Gas Akselerasi Tanpa Dilengkapi Pedal Rem Deselerasi
Bila Memang Ada Dogma “Terjamin Masuk Surga”, maka
Seseorang Menjadi Tidak Malu dan Tidak Takut Berbuat Jahat, Tidak Termotivasi untuk
Berbuat Kebaikan juga Tidak Terdemotivasi untuk Menghindari Perbuatan Buruk Akibat
Berdelusi “Terjamin Masuk Surga”—Itulah Kerugian yang Paling Nyata dari Memakan
dan Termakan Dogma “Too Good to be True” Tanpa Disertai Akal Sehat
Ada “kumpulan penderitaan yang terlihat di sini dan saat ini” dan ada pula kriteria “kumpulan penderitaan dalam kehidupan mendatang”. Bila kenikmatan indria sebagai sumber maupun kenikmatan indria sebagai dasar, mengarahkan kita kepada “kumpulan penderitaan yang terlihat di sini dan saat ini”, maka pandangan keliru mengenai “terjamin masuk surga” yang dilandasi oleh motif mengejar kenikmatan indria maka akan mengarahkan kita kepada “kumpulan penderitaan dalam kehidupan mendatang”, sebagaimana kutipan sabda Sang Buddha berikut:
