Dare to be Different, because I Am Different. Berani menjadi Berbeda, karena Aku Memang Berbeda

HERY SHIETRA, Dare to be Different, because I Am Different. Berani menjadi Berbeda, karena Aku Memang Berbeda

When people move with the flow of life without first knowing or understanding it,

And swept along with the flow,

Which current does not necessarily lead to a good and positive estuary,

Alone I go against the flow,

With the risk of being hit by the current,

No guarantee of safety.

When people think that bad deeds have no danger behind it,

As long as others do not know about their bad deeds,

And at the same time they become better at criticizing and judging other people’s mistakes,

But closing their eyes to their own bad deeds,

I practice to discipline myself,

Monitor your own thoughts and actions,

Even if people call it a loss,

Loss because you cannot enjoy bad deeds without threat of punishment.

As long as others do not know about their bad deeds,

And at the same time they become better at criticizing and judging other people’s mistakes,

But closing their eyes to their own bad deeds,

I practice to discipline myself,

Monitor our own thoughts and actions,

Even if people call it a loss,

Loss because you cannot enjoy bad deeds without threat of punishment.

When people take something that doesn’t belong to them and wasn’t given,

With all the methods of deception and falsehood or empty promises,

I choose to be ready to pay for what I receive,

Equivalently.

When people make good people as an easy prey,

I try to preserve and give appreciation to the good deeds of others.

When people only want to know about rights,

I know that there are rights, which means there are also obligations that must be borne by the person who claims the rights.

When people are addicted and crazy about the ideology of eliminating sins,

Where they believe that they enjoy and become regular customers of the ideology of eliminating sins,

It's good luck,

Because they don’t have to pay anything for their evil deeds,

Alone I choose not to be a sinner,

And not interested in joining the circle of sinners.

While people are more busy dodging and looking for alibis,

Which essentially is trying to avoid responsibility for their own bad actions,

I choose to be brave enough to face the consequences,

When injuring, harming, or hurt another person,

Namely, we are asked to be held accountable.

While people enjoy their dishonesty or non-transparency,

I choose to be honest and transparent,

Complete with all the consequences behind it.

Even if it’s unusual,

Viewed as strange and clashing with culture, general views, or the habits of society in general,

Which habits are not necessarily positive and rational,

But I’m always open to different steps.

Even if that means walking a lonely road.

As the Buddha said,

If there are no suitable friends to be our traveling companions,

So don’t hesitate to continue your journey and walk alone.

Why am I so different from most people?

The explanation is very simple,

I know I'm different from them,

Because I understand the flow of society and strive to understand myself,

And discovered that I was indeed different.

I realized I was different,

So I don’t want to equate myself with them,

And please don’t equate me with them.

© HERY SHIETRA Copyright.

 

Disaat orang-orang bergerak mengikuti arus kehidupan tanpa terlebih dahulu mengetahui atuapun memahaminya,

Dan terseret mengikuti arus,

Arus mana belum tentu mengarahkan kepada muara yang baik dan positif,

Seorang diri aku melawan arus,

Dengan resiko terhantam arus,

Tanpa jaminan akan selamat.

Disaat orang-orang berpikir bahwa perbuatan buruk tidaklah mengandung bahaya dibaliknya,

Sepanjang orang lain tidak mengetahui perbuatan buruk mereka,

Dan disaat bersamaan mereka menjadi lebih pandai mengkritik dan menghakimi kesalahan orang lain,

Namun menutup mata dari perbuatan buruk diri mereka sendiri,

Aku berlatih untuk mendisiplinkan diri sendiri,

Mengawasi pikiran dan perbuatan diri sendiri,

Sekalipun orang-orang menyebutnya sebagai rugi,

Rugi karena tidak bisa menikmati perbuatan buruk tanpa ancaman hukuman.

Disaat orang-orang mengambil sesuatu yang bukan miliknya dan tidak diberikan,

Dengan segala modus tipu-daya dan kepalsuan ataupun janji-janji kosong,

Aku memilih untuk siap membayar atas apa yang aku terima,

Secara sepadan.

Disaat orang-orang menjadikan orang baik sebagai mangsa empuk,

Aku berupaya untuk melestarikan dan memberikan apresiasi terhadap perbuatan-perbuatan baik orang lain.

Disaat orang-orang hanya mau tahu tentang hak-hak,

Aku tahu bahwa ada hak, maka artinya juga ada kewajiban sebagai yang harus ditanggung oleh orang yang menuntut hak.

Disaat orang-orang mencandu dan tergila-gila pada ideologi penghapusan dosa,

Dimana mereka meyakini bahwa menikmati dan menjadi pelanggan tetap ideologi penghapusan dosa,

Merupakan keberuntungan,

Karena tidak harus membayar apapun atas perbuatan-perbuatan jahat mereka,

Seorang diri aku memilih untuk tidak menjadi seorang pendosa,

Dan tidak tertarik untuk masuk ke dalam lingkaran kalangan pendosa tersebut.

Disaat orang-orang lebih sibuk berkelit dan mencari alibi,

Yang pada pokoknya ialah berupaya menghindari tanggung jawab atas perbuatan buruk mereka sendiri,

Aku memilih untuk bersikap berani menghadapi konsekuensi,

Ketika melukai, merugikan, ataupun menyakiti orang lain,

Yakni dimintakan pertanggung-jawaban.

Disaat orang-orang menikmati ketidakjujuran maupun Ketidaktransparan mereka,

Aku memilih untuk bersikap jujur dan transparan,

Lengkap dengan segala konsekuensinya dibaliknya.

Sekalipun apa yang tidak lazim,

Dipandang sebagai keanehan dan berbenturan dengan budaya, pandangan umum, ataupun kebiasaan masyarakat pada umumnya,

Kebiasaan mana belum tentu positif dan rasional,

Namun aku selalu terbuka untuk langkah yang berbeda.

Sekalipun itu artinya menapak di jalan yang sepi.

Seperti dikatakan oleh Sang Buddha,

Jika tidak terdapat teman yang sepadan untuk menjadi kawan seperjalanan kita,

Maka jangan sungkan untuk melanjutkan perjalanan dan berjalan seorang diri.

Mengapa aku begitu berbeda dari orang kebanyakan?

Penjelasannya sangatlah sederhana,

Aku tahu aku berbeda dari mereka,

Karena aku memahami arus masyarakat dan berupaya untuk memahami diri sendiri,

Dan menemukan bahwa aku memang berbeda.

Aku menyadari diriku berbeda,

Karenanya tidak ingin menyamakan diriku dengan mereka,

Dan mohon jangan samakan diriku dengan mereka.

© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Konsultan Hukum HERY SHIETRA & PARTNERS